PM Jepang Mundur
TOKYO (AP) - Perdana Menteri Jepang Yukio Hatoyama mengundurkan diri Rabu (2/6) pagi. Baru delapan bulan menjabat, ia ditekan karena tak mampu menunaikan janji saat kampanye untuk memindahkan pangkalan marinir Amerika Serikat dari pulau Okinawa.
Tekanan terhadap Hatoyama datang dari partainya sendiri. Ia dinilai peragu dalam menangani relokasi pangkalan udara marinir di Futenma, yang membuat ratingnya jatuh.
Hingga Selasa (1/6) malam, Hatoyama masih bertahan sambil mengupayakan temu muka dengan petinggi Partai Demokrat. Tapi, pagi tadi, ia mengumumkan pengunduran diri. "Sejak pemilu tahun lalu, saya mencoba mengubah politik agar rakyat Jepang bisa menjadi karakter utama," ujarnya dalam konferensi yang disiarkan secara nasional.
Kata Hatoyama, usahanya itu tak mendapat pengertian. "Semua karena kegagalan saya," kata dia.
Hatoyama naik tahta saat Partai Demokrat mengalahkan golongan konservatif yang sudah lama menguasai parlemen. Citranya memburuk karena skandal pendanaan politik, dianggap inkonsisten dan peragu. Pekan lalu, Hatoyama menyerah terhadap perjanjian 2006 untuk memindahkan pangkalan dari bagian selatan pulau ke utara Okinawa. Padahal, penduduk sudah tak ingin pangkalan itu ada di sana.
Pangkalan AS di Okinawa, didirikan berdasar aliansi keamanan bilateral, dihuni 47 ribu tentara.
Y!
2 Jun 2010 • di-posting ulang via Yahoo! Indonesia • laporkan penyalahgunaan